pengertian dan tanda diare


Pengertian dan Tanda-tanda

Tanda dari diare adalah adanya frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali seharidengan konsistensi lebih cair sampai seperti air. Adapun tanda lainnya adalah seperti:kehilangan cairan dan elektrolit, mata cekung, haus, mulut kering, demam, letargis, dankadang-kadang disertaimuntah. Beberapa pengertian lain diare menurut beberapa ahliadalah keluarnya tinja air dan elektrolit yang hebat. Bayi dikatakan diare bila volumetinja lebih dari 15 gram/kg/24 jam dan pada anak usia 3 tahun volume tinja lebih dari200 gram/24 jam. Volume tinja anak usia 3 tahun sama dengan volume tinja orangdewasa.( Nelson, 2000). Sedangkan ahli lain Robbins (1999) memberi batasan kasardiare sebagai produksi tinja harian melebihi 250 gram, mengandung 70%-90% air, yangmenyebabkan bertambahnya volume tinja dan frekuensi buang air besar.

Faktor Penyebab

Berbagai faktor penyebab diare seperti: faktor infeksi, malabsorbsi, makanan, danpsikologis. Diare disebabkan oleh infeksi enteral yaitu infeksi saluran pencernaan yangmerupakan penyebab utama diare pada anak. Infeksi enteral ini meliputi: infeksi bakteri,virus, dan parasit.

Malabsorbsi yang dapat menyebabkan diare adalah malabsorbsi karbohidrat, lemak,atau protein. Alergi terhadap makanan, makan makanan basi atau beracun juga dapatmenyebabkan diare. Kondisi psikologis yang dapat menyebabkan diare adalah rasatakut dan cemas, tetapi hal ini jarang menimbulkan diare pada anak-anak.

Klasifikasi

Diare biasanya diklasifikan berdasarkan ada tidaknya infeksi serta lamanya diare. Diareberdasarkan akut dan kronisnya, diare akut yaitu diare karena infeksi usus yang bersifatmendadak, berhenti secara cepat atau maksimal berlangsung sampai 2 minggu, namundapat pula menetap dan melanjut menjadi diare kronis. Hal ini dapat terjadi pada semuaumur dan bila menyerang bayi biasanya disebut gastroenteritis infantil. Penyebabtersering pada bayi dan anak-anak adalah intoleransi laktosa. Diare kronis yaitu diareyang berlangsung selama 2 minggu atau lebih. Sedangkan berdasarkan ada tidaknyainfeksi, dibagi diare spesifik dan non spesifik. Diare spesifik adalah diare yangdisebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit. Diare yang disebabkan olehmakanan disebut diare non spesifik. Berdasarkan organ yang terkena, diare dapatdiklasifikasikan menjadi diare infeksi enteral dan parenteral.

http://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/3-a03234dd5e/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/3-a03234dd5e/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/3-a03234dd5e/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/3-a03234dd5e/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/3-a03234dd5e/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/3-a03234dd5e/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/3-a03234dd5e/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/3-a03234dd5e/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/3-a03234dd5e/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/3-a03234dd5e/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/3-a03234dd5e/000.pnghttp://htmlimg1.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/3-a03234dd5e/001.jpghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/3-a03234dd5e/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/3-a03234dd5e/000.png

tangan kotor, makanan yang disiapkan dalam panci yang dicuci dengan air yangtercemar, dan sebagainya). Tindakan pencegahan terhadap diare dan penularannyayaitu dengan menjaga kebersihan perorangan ataupun umum terutama makanan sertalingkungan sekitar bagi keluarga dan masyarakat.

Diare

Klasifikasi dan bahan-bahan eksternal

ICD10

A09, K58, K59.1

ICD9

009.2-009.3, 558.9, 564.5

Diare (atau dalam bahasa kasar disebut mencret) adalah sebuahpenyakit di mana

penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dantinja ataufeses yang masih memiliki kandunganair berlebihan. Di Dunia ke-3, diare adalahpenyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 1,5juta orang per tahun.

Kondisi ini dapat merupakangejala dari luka,penyakit,alergi (fructose,lactose),

penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan

seringkalienek danmuntah. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tapi tidaksemua gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare adalahdefekasi yang melebihi200 gram per hari.

Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Sebagaibagian dari prosesdi gestasi, atau karena masukan cairan,makanan tercampur dengansejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelummencapai usus besar. Usus besar menyerap air, meninggalkan material yang lainsebagai kotoran yang setengah padat. Bila usus besar rusak atau “inflame”,penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair.

Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksivirus tetapi juga seringkali akibatdari racunbakteri a. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupidan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalambeberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit ataukurang gizi, diare dapat menyebabkandehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.

Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius, sepertidisentri,kolera atau

botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn

http://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/4-5772230ca0/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/4-5772230ca0/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/4-5772230ca0/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/4-5772230ca0/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/4-5772230ca0/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/4-5772230ca0/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/4-5772230ca0/000.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/ejawj7xazpus2dc/images/4-5772230ca0/000.png

Meskipun penderitaapendistis umumnya tidak mengalami diare, diare menjadi gejala

umum radang usus buntu.

Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsialkohol yang berlebihan, terutama dalam

seseorang yang tidak cukup makan.

Perawatan untuk diare melibatkan pasien mengkonsumsi sejumlah air yang mencukupiuntuk menggantikan yang hilang, lebih baik bila dicampur denganelektrolit untukmenyediakangaram yang dibutuhkan dan sejumlahnutrisi. Untuk banyak orang,perawatan lebih lanjut dan medikasi resmi tidak dibutuhkan.

Diare di bawah ini biasanya diperlukan pengawasan medis:

Diare pada balita

Diare menengah atau berat pada anak-anak

Diare yang bercampur dengan darah.

Diare yang terus terjadi lebih dari 2 minggu.

Diare yang disertai dengan penyakit umum lainnya seperti sakit perut,demam,

kehilangan berat badan, dan lain-lain.

Diare pada orang bepergian (kemungkinan terjadi infeksi yang eksotis seperti parasit)

Diare dalam institusi seperti rumah sakit, perawatan anak, institut kesehatan mental.

Penyakit diare atau berak mencret merupakan salah satu penyakit yang seringmengenai bayi dan balita.Apa itu diare? Apa saja yang sebaiknya dilakukan? Apasajakah penyebab diare? Dapatkah diare ini dicegah?Bagaimana penanganan diareyang sebaiknya?

Apa itu Diare?

Jika bayi atau anak anda tiba-tiba mengalami perubahan dalam buang air besar daribiasanya, baik frekuensi / jumlah buang air yang menjadisering dan keluar dalamkonsistensi cair daripada padat, maka itu adalah diare.

Seorang bayi baru lahir umumnya akan buang air besar sampai lebih dari sepuluh kalisehari, dan bayi yang lebih besar akan mempunyai waktu buang air masing-masing,ada yang sehari 2-3 kali sehari atau ada yang hanya 2 kali seminggu saja.Dengankata lain anda harus mengetahui apa yang NORMAL buat bayi atau anak anda darikebiasaan buang air besar mereka.

Penyebab diare :

Virus (penyebab diare tersering – dan umumnya karena Rotavirus) gejala : Berak-

berak air (watery), berbusa, TIDAK ada darah lendir, berbau asam.

GE ( flu perut) terbanyak karena virus.

Bakteri -Berak2 dengan darah/lendir , sakit perut.—-Memerlukan antibioka sebagai

terapi pengobatan.

Parasite(Giardiasis) – Berak darah+/- dan lendir, sakit perut.——perlu antiparasite

Anak sedang terapi dengan pemakaian antibiotilka – Bila diare terjadi saat anak

sedang dalam pengobatan antibiotika, maka hubungi dokter anda.

Alergi susu,- diare biasanya timbul beberapa menit atau jam setelah minum susu

tersebut , biasanya pada alergi susu sapi dan produk-produk yang terbuat dari susu

sapi.

Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain ; misalnya infeksi

saluran kencing, infeksi telinga, campak dll.

Gejala Diare Akut ( Diare Mendadak) :

Penyebab diare akut ( diare mendadak) tersering adalah karena VIRUS , khas berak-

berak air (watery), berbusa, TIDAK ada darah atau lendir, dan berbau asam.

Penularan penyakit diare adalah kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung,

seperti :

Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari

oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor.

Bermain dengan mainan yang terkontaminasi, apalagi pada bayi seringmemasukan tangan/ mainan / apapun kedalam mulut.Karena virus ini dapat

bertahan dipermukaan udara sampai beberapa hari.

Pengunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan

benar

Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.

Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar ataumembersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengkontaminasi perabotandan alat-alat yang dipegang.

Pengobatan Diare

Karena penyebab Diare akut / diare mendadaktersering adalah Virus,makaTID AK

ada pengobatan yang dapat menyembuhkan, karena biasanya akan sembuh dengan

sendirinya setelah beberapa hari.Maka pengobatan diare ini ditujukan untuk

mengobati gejala yang ada dan mencegah terjadinya dehidrasi atau kurang cairan.

Diare akut dapatdisembuhkanHANYA dengan meneruskan pemberian makanan

seperti biasa dan minuman / cairan yang cukup saja.

Yang perlu diingat pengobatanBUKAN memberi obat untuk mengHENTIKAN diare,karena diare sendiri adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkankontaminasi makanan dari usus.Mencoba menghentikan diare dengan obat sepertimenyumbat saluran pipa yang akan keluar dan menyebabkan aliran balik dan akanmemperburuk saluran tersebut.

Oleh karena proses diare ini adalah mekanisme pertahanan dari tubuh,akan sembuhdengan sendirinya setelah beberapa hari – ( 14 hari) dimana diare makin berisi – dari air( watery) mulai berampas, berkurang frekuensi nya dan sembuh.

Yang terpenting pada diare adalah mencegah dan mengatasi gejaladehidr asi.

Yang terpenting diperhatikan pada kasus diare mendadak ini adalah:

Ingat menHENTIkan diare virus dengan obat bukanlah jalan terbaik.Tetapi janganmenjadi bingung bila diare tetap ada sampai beberapa hari.Karena biasanyaberlangsung beberapa hari-14 hari. Dan sembuh. Tergantung dari keadaan kesehatananak dan banyaknya cairan yang masuk.

Pengatasan diare adalah dengan memperhatikan adanya tanda-tanda DEHIDRASI

Penanganan Yang terbaik adalah tetap memberikan makanan dan minum (ASI)

seperti BIASA. Bila sudah disertai muntah, untuk pengantian cairan anda dapat

memberikan pedialyte ( oralit unutk anak2 dengan beberapa rasa).Kurangi makananyang mengandung terlalu banyak GULA.Ingat memang tidak mudah memberikan anakcairan yang agak terasa asin ini, bahkan beberapa anak akan menolaknya.Tapibersabarlah dan tetap berusaha mencari jalan supaya anak dapat meminum cairan ini.

Dan yang paling terpentingadalahMembuat anak kembali kemakanan padatnya (dan / atau susu formulanya/ASI) karena ini adalah yang TERBAIK untuk mengobatidiarenya.Karena sel2 usus yang dirusak oleh virus memerlukan NUTRISI untukpembentukan kembali.Penelitian menyatakan bahwa pemberian makanan seperti

BIASAnya akan memperpendek masa waktu gejala dari diare ini.

Pencegahan Diare:

Teruskan Pemberian Air Susu Ibu (ASI)

Perhatikan kebersihan dan gizi yang seimbang untukpemberian makanan

pendamping ASI setelah bayi berusia 4 bulan.

Karena penularan kontak langsung dari tinja melalui tangan / serangga , makamenjaga kebersihan dengan menjadikan kebiasaan mencuci tangan untukseluruh anggota keluarga. Cucilah tangan sebelum makan atau menyediakanmakanan untuk sikecil.

Ingat untuk menjaga kebersihan dari makanan atau minuman yang kita makan.

Juga kebersihan perabotan makan ataupun alat bermain si kecil.

Hubungi dokter anda, bila:

Diare disertai Darah—–perlu pengobatan spesifik dengan antibiotika.

Adanya tanda-tanda DEHIDRASI ( tidak ada air mata ketika menangis, kencing

berkurang atau tidak ada kencing dalam 6-8 jam, mulut kering)

Adanya panas tinggi (.38.5C) yang tidak turun dalam 2 hari.

Muntah terus menerus – tidak dapat masuk makanan / asi .

Adanya sakit perut – kolik—-pada bayi akan menangis kuat dan biasanya menekuk

kaki, keringatan dan gelisah.

DIARE

Penyakit diare masih sering menimbulkan KLB ( Kejadian Luar Biasa ) seperti halnyaKolera dengan jumlah penderita yang banyak dalam waktu yang singkat.Namundengan tatalaksana diare yang cepat, tepat dan bermutu kematian dpt ditekanseminimal mungkin. Pada bulan Oktober 1992 ditemukan strain baru yaitu VibrioCholera 0139 yang kemudian digantikan Vibrio cholera strain El Tor di tahun 1993 dankemudian menghilang dalam tahun 1995-1996, kecuali di India dan Bangladesh yangmasih ditemukan. Sedangkan E. Coli 0157 sebagai penyebab diare berdarah dan HUS( Haemolytic Uremia Syndrome ). KLB pernah terjadi di USA, Jepang, Afrika selatandan Australia. Dan untuk Indonesia sendiri kedua strain diatas belum pernah terdeksi.

Defenisi

Suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekwensi berak lebih daribiasanya. (3 kali atau lebih dalam 1 hari.

Faktor yang mempengaruhi diare:
Lingkungan Gizi Kependudukan
Pendidikan Sosial Ekonomi dan Prilaku Masyarakat
Penyebab terjadinya diare :
Peradangan usus oleh agen penyebab :

1.Bakteri , virus, parasit ( jamur, cacing , protozoa)

2.Keracunan makanan/minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun bahan

kimia

3.Kurang gizi

4.Alergi terhadap susu

5. Immuno defesiensi

Cara penularan :

Infeksi oleh agen penyebab terjadi bila makan makanan / air minum yang

terkontaminasi tinja / muntahan penderita diare. Penularan langsung juga dapat terjadi

bila tangan tercemar dipergunakan untuk menyuap makanan.
Istilah diare :
Diare akut = kurang dari 2 minggu
Diare Persisten = lebih dari 2 minggu
Disentri = diare disertai darah dengan ataupun tanpa lender
Kholera = diare dimana tinjanya terdapat bakteri Cholera
Tatalaksana penderita diare yang tepat dan efektif :

Tatalaksana penderita diare di rumah Meningkatkan pemberian cairan rumah tangga(kuah sayur, air tajin, larutan gula garam, bila ada berikan oralit) Meneruskanpemberian makanan yang lunak dan tidak merangsang serta makanan ekstra sesudah

diare.
Membawa penderita diare ke sarana kesehatan bila dalam 3 hari tidak membaik atau :
1. buang air besar makin sering dan banyak sekali
2. muntah terus menerus
3. rasa haus yang nyata
4. tidak dapat minum atau makan
5. demam tinggi
6. ada darah dalam tinja

Kriteria KLB/Diare :

Peningkatan kejadian kesakitan/kematian karena diare secara terus menerus selama 3kurun waktu berturut-turut (jam, hari, minggu). – Peningkatan kejadian/kematian kasusdiare 2 kali /lebih dibandingkan jumlah kesakitan/kematian karena diare yang biasaterjadi pada kurun waktu sebelumnya (jam, hari, minggu). – CFR karena diare dalamkurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% atau lebih dibandingkan priodesebelumnya.

Prosedur Penanggulangan KLB/Wabah.

1.Masa pra KLB

Informasi kemungkinan akan terjadinya KLB / wabah adalah denganmelaksanakan Sistem Kewaspadaan Dini secara cermat, selain itumelakukakukan langkah-langkh lainnya :

1.Meningkatkan kewaspadaan dini di puskesmas baik SKD, tenaga

dan logistik.

2.Membentuk dan melatih TIM Gerak Cepat puskesmas.
3.Mengintensifkan penyuluhan kesehatan pada masyarakat
4.Memperbaiki kerja laboratorium
5.Meningkatkan kerjasama dengan instansi lain

Tim Gerak Cepat (TGC) :

Sekelompok tenaga kesehatan yang bertugas menyelesaikan pengamatan danpenanggulangan wabah di lapangan sesuai dengan data penderita puskesmas ataudata penyelidikan epideomologis. Tugas /kegiatan :

Pengamatan :

Pencarian penderita lain yang tidak datang berobat.Pengambilan usap dubur terhadaporang yang dicurigai terutama anggota keluargaPengambilan contoh air sumur,sungai, air pabrik dll yang diduga tercemari dan sebagai sumber penularan.Pelacakankasus untuk mencari asal usul penularan dan mengantisipasi penyebarannya

Pencegahan dehidrasi dengan pemberian oralit bagi setiap penderita yang ditemukan di

lapangan.Penyuluhahn baik perorang maupun keluarga. Membuat laporan tentang

kejadian wabah dan cara penanggulangan secara lengkap
2. Pembentukan Pusat Rehidrasi
Untuk menampung penderita diare yang memerlukan perawatan dan pengobatan.
Tugas pusat rehidrasi :
Merawat dan memberikan pengobatan penderita diare yang berkunjung.

Melakukan pencatatan nama , umur, alamat lengkap, masa inkubasi, gejala diagnosa

dsb.
Memberikan data penderita ke Petugas TGC
Mengatur logistik
Mengambil usap dubur penderita sebelum diterapi.
Penyuluhan bagi penderita dan keluarga
Menjaga pusat rehidrasi tidak menjadi sumber penularan (lisolisasi).

Membuat laporan harian, mingguan penderita diare yang dirawat.(yang diinfus, tdk

diinfus, rawat jalan, obat yang digunakan dsb

Faktor yang mempengaruhi diare:
Lingkungan Gizi Kependudukan
Pendidikan Sosial Ekonomi dan Prilaku Masyarakat
Penyebab terjadinya diare :
Peradangan usus oleh agen penyebab :

1.Bakteri , virus, parasit ( jamur, cacing , protozoa)

2.Keracunan makanan/minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun bahan

kimia

3.Kurang gizi

4.Alergi terhadap susu

5. Immuno defesiensi

Cara penularan :

Infeksi oleh agen penyebab terjadi bila makan makanan / air minum yang

terkontaminasi tinja / muntahan penderita diare. Penularan langsung juga dapat terjadi

bila tangan tercemar dipergunakan untuk menyuap makanan.
Istilah diare :
Diare akut = kurang dari 2 minggu
Diare Persisten = lebih dari 2 minggu
Disentri = diare disertai darah dengan ataupun tanpa lender
Kholera = diare dimana tinjanya terdapat bakteri Cholera
Tatalaksana penderita diare yang tepat dan efektif :

Tatalaksana penderita diare di rumah Meningkatkan pemberian cairan rumah tangga(kuah sayur, air tajin, larutan gula garam, bila ada berikan oralit) Meneruskanpemberian makanan yang lunak dan tidak merangsang serta makanan ekstra sesudah

diare.
Membawa penderita diare ke sarana kesehatan bila dalam 3 hari tidak membaik atau :
1. buang air besar makin sering dan banyak sekali
2. muntah terus menerus
3. rasa haus yang nyata
4. tidak dapat minum atau makan
5. demam tinggi
6. ada darah dalam tinja

Kriteria KLB/Diare :

Peningkatan kejadian kesakitan/kematian karena diare secara terus menerus selama 3kurun waktu berturut-turut (jam, hari, minggu). – Peningkatan kejadian/kematian kasusdiare 2 kali /lebih dibandingkan jumlah kesakitan/kematian karena diare yang biasaterjadi pada kurun waktu sebelumnya (jam, hari, minggu). – CFR karena diare dalamkurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% atau lebih dibandingkan priodesebelumnya.

Prosedur Penanggulangan KLB/Wabah.

1.Masa pra KLB

Informasi kemungkinan akan terjadinya KLB / wabah adalah denganmelaksanakan Sistem Kewaspadaan Dini secara cermat, selain itumelakukakukan langkah-langkh lainnya :

1.Meningkatkan kewaspadaan dini di puskesmas baik SKD, tenaga

dan logistik.

2.Membentuk dan melatih TIM Gerak Cepat puskesmas.
3.Mengintensifkan penyuluhan kesehatan pada masyarakat
4.Memperbaiki kerja laboratorium
5.Meningkatkan kerjasama dengan instansi lain

Tim Gerak Cepat (TGC) :

Sekelompok tenaga kesehatan yang bertugas menyelesaikan pengamatan danpenanggulangan wabah di lapangan sesuai dengan data penderita puskesmas ataudata penyelidikan epideomologis. Tugas /kegiatan :

Pengamatan :

Pencarian penderita lain yang tidak datang berobat.Pengambilan usap dubur terhadaporang yang dicurigai terutama anggota keluargaPengambilan contoh air sumur,sungai, air pabrik dll yang diduga tercemari dan sebagai sumber penularan.Pelacakankasus untuk mencari asal usul penularan dan mengantisipasi penyebarannya

Pencegahan dehidrasi dengan pemberian oralit bagi setiap penderita yang ditemukan di

lapangan.Penyuluhahn baik perorang maupun keluarga. Membuat laporan tentang

kejadian wabah dan cara penanggulangan secara lengkap
2. Pembentukan Pusat Rehidrasi
Untuk menampung penderita diare yang memerlukan perawatan dan pengobatan.
Tugas pusat rehidrasi :
Merawat dan memberikan pengobatan penderita diare yang berkunjung.

Melakukan pencatatan nama , umur, alamat lengkap, masa inkubasi, gejala diagnosa

dsb.
Memberikan data penderita ke Petugas TGC
Mengatur logistik
Mengambil usap dubur penderita sebelum diterapi.
Penyuluhan bagi penderita dan keluarga
Menjaga pusat rehidrasi tidak menjadi sumber penularan (lisolisasi).

Membuat laporan harian, mingguan penderita diare yang dirawat.(yang diinfus, tdk

diinfus, rawat jalan, obat yang digunakan dsb

Faktor yang mempengaruhi diare:
Lingkungan Gizi Kependudukan
Pendidikan Sosial Ekonomi dan Prilaku Masyarakat
Penyebab terjadinya diare :
Peradangan usus oleh agen penyebab :

1.Bakteri , virus, parasit ( jamur, cacing , protozoa)

2.Keracunan makanan/minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun bahan

kimia

3.Kurang gizi

4.Alergi terhadap susu

5. Immuno defesiensi

Cara penularan :

Infeksi oleh agen penyebab terjadi bila makan makanan / air minum yang

terkontaminasi tinja / muntahan penderita diare. Penularan langsung juga dapat terjadi

bila tangan tercemar dipergunakan untuk menyuap makanan.
Istilah diare :
Diare akut = kurang dari 2 minggu
Diare Persisten = lebih dari 2 minggu
Disentri = diare disertai darah dengan ataupun tanpa lender
Kholera = diare dimana tinjanya terdapat bakteri Cholera
Tatalaksana penderita diare yang tepat dan efektif :

Tatalaksana penderita diare di rumah Meningkatkan pemberian cairan rumah tangga(kuah sayur, air tajin, larutan gula garam, bila ada berikan oralit) Meneruskanpemberian makanan yang lunak dan tidak merangsang serta makanan ekstra sesudah

diare.
Membawa penderita diare ke sarana kesehatan bila dalam 3 hari tidak membaik atau :
1. buang air besar makin sering dan banyak sekali
2. muntah terus menerus
3. rasa haus yang nyata
4. tidak dapat minum atau makan
5. demam tinggi
6. ada darah dalam tinja

Kriteria KLB/Diare :

Peningkatan kejadian kesakitan/kematian karena diare secara terus menerus selama 3kurun waktu berturut-turut (jam, hari, minggu). – Peningkatan kejadian/kematian kasusdiare 2 kali /lebih dibandingkan jumlah kesakitan/kematian karena diare yang biasaterjadi pada kurun waktu sebelumnya (jam, hari, minggu). – CFR karena diare dalamkurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% atau lebih dibandingkan priodesebelumnya.

Prosedur Penanggulangan KLB/Wabah.

1.Masa pra KLB

Informasi kemungkinan akan terjadinya KLB / wabah adalah denganmelaksanakan Sistem Kewaspadaan Dini secara cermat, selain itumelakukakukan langkah-langkh lainnya :

1.Meningkatkan kewaspadaan dini di puskesmas baik SKD, tenaga

dan logistik.

2.Membentuk dan melatih TIM Gerak Cepat puskesmas.
3.Mengintensifkan penyuluhan kesehatan pada masyarakat
4.Memperbaiki kerja laboratorium
5.Meningkatkan kerjasama dengan instansi lain

Tim Gerak Cepat (TGC) :

Sekelompok tenaga kesehatan yang bertugas menyelesaikan pengamatan danpenanggulangan wabah di lapangan sesuai dengan data penderita puskesmas ataudata penyelidikan epideomologis. Tugas /kegiatan :

Pengamatan :

Pencarian penderita lain yang tidak datang berobat.Pengambilan usap dubur terhadaporang yang dicurigai terutama anggota keluargaPengambilan contoh air sumur,sungai, air pabrik dll yang diduga tercemari dan sebagai sumber penularan.Pelacakankasus untuk mencari asal usul penularan dan mengantisipasi penyebarannya

Pencegahan dehidrasi dengan pemberian oralit bagi setiap penderita yang ditemukan di

lapangan.Penyuluhahn baik perorang maupun keluarga. Membuat laporan tentang

kejadian wabah dan cara penanggulangan secara lengkap
2. Pembentukan Pusat Rehidrasi
Untuk menampung penderita diare yang memerlukan perawatan dan pengobatan.
Tugas pusat rehidrasi :
Merawat dan memberikan pengobatan penderita diare yang berkunjung.

Melakukan pencatatan nama , umur, alamat lengkap, masa inkubasi, gejala diagnosa

dsb.
Memberikan data penderita ke Petugas TGC
Mengatur logistik
Mengambil usap dubur penderita sebelum diterapi.
Penyuluhan bagi penderita dan keluarga
Menjaga pusat rehidrasi tidak menjadi sumber penularan (lisolisasi).

Membuat laporan harian, mingguan penderita diare yang dirawat.(yang diinfus, tdk

diinfus, rawat jalan, obat yang digunakan ds

Faktor yang mempengaruhi diare:
Lingkungan Gizi Kependudukan
Pendidikan Sosial Ekonomi dan Prilaku Masyarakat
Penyebab terjadinya diare :
Peradangan usus oleh agen penyebab :

1.Bakteri , virus, parasit ( jamur, cacing , protozoa)

2.Keracunan makanan/minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun bahan

kimia

3.Kurang gizi

4.Alergi terhadap susu

5. Immuno defesiensi

Cara penularan :

Infeksi oleh agen penyebab terjadi bila makan makanan / air minum yang

terkontaminasi tinja / muntahan penderita diare. Penularan langsung juga dapat terjadi

bila tangan tercemar dipergunakan untuk menyuap makanan.
Istilah diare :
Diare akut = kurang dari 2 minggu
Diare Persisten = lebih dari 2 minggu
Disentri = diare disertai darah dengan ataupun tanpa lender
Kholera = diare dimana tinjanya terdapat bakteri Cholera
Tatalaksana penderita diare yang tepat dan efektif :

Tatalaksana penderita diare di rumah Meningkatkan pemberian cairan rumah tangga(kuah sayur, air tajin, larutan gula garam, bila ada berikan oralit) Meneruskanpemberian makanan yang lunak dan tidak merangsang serta makanan ekstra sesudah

diare.
Membawa penderita diare ke sarana kesehatan bila dalam 3 hari tidak membaik atau :
1. buang air besar makin sering dan banyak sekali
2. muntah terus menerus
3. rasa haus yang nyata
4. tidak dapat minum atau makan
5. demam tinggi
6. ada darah dalam tinja

Kriteria KLB/Diare :

Peningkatan kejadian kesakitan/kematian karena diare secara terus menerus selama 3kurun waktu berturut-turut (jam, hari, minggu). – Peningkatan kejadian/kematian kasusdiare 2 kali /lebih dibandingkan jumlah kesakitan/kematian karena diare yang biasaterjadi pada kurun waktu sebelumnya (jam, hari, minggu). – CFR karena diare dalamkurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% atau lebih dibandingkan priodesebelumnya.

Prosedur Penanggulangan KLB/Wabah.

1.Masa pra KLB

Informasi kemungkinan akan terjadinya KLB / wabah adalah denganmelaksanakan Sistem Kewaspadaan Dini secara cermat, selain itumelakukakukan langkah-langkh lainnya :

1.Meningkatkan kewaspadaan dini di puskesmas baik SKD, tenaga

dan logistik.

2.Membentuk dan melatih TIM Gerak Cepat puskesmas.
3.Mengintensifkan penyuluhan kesehatan pada masyarakat
4.Memperbaiki kerja laboratorium
5.Meningkatkan kerjasama dengan instansi lain

Tim Gerak Cepat (TGC) :

Sekelompok tenaga kesehatan yang bertugas menyelesaikan pengamatan danpenanggulangan wabah di lapangan sesuai dengan data penderita puskesmas ataudata penyelidikan epideomologis. Tugas /kegiatan :

Pengamatan :

Pencarian penderita lain yang tidak datang berobat.Pengambilan usap dubur terhadaporang yang dicurigai terutama anggota keluargaPengambilan contoh air sumur,sungai, air pabrik dll yang diduga tercemari dan sebagai sumber penularan.Pelacakankasus untuk mencari asal usul penularan dan mengantisipasi penyebarannya

Pencegahan dehidrasi dengan pemberian oralit bagi setiap penderita yang ditemukan d

lapangan.Penyuluhahn baik perorang maupun keluarga. Membuat laporan tentang

kejadian wabah dan cara penanggulangan secara lengkap
2. Pembentukan Pusat Rehidrasi
Untuk menampung penderita diare yang memerlukan perawatan dan pengobatan.
Tugas pusat rehidrasi :
Merawat dan memberikan pengobatan penderita diare yang berkunjung.

Melakukan pencatatan nama , umur, alamat lengkap, masa inkubasi, gejala diagnosa

dsb.
Memberikan data penderita ke Petugas TGC
Mengatur logistik
Mengambil usap dubur penderita sebelum diterapi.
Penyuluhan bagi penderita dan keluarga
Menjaga pusat rehidrasi tidak menjadi sumber penularan (lisolisasi).

Membuat laporan harian, mingguan penderita diare yang dirawat.(yang diinfus, tdk

diinfus, rawat jalan, obat yang digunakan dsb

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: